Kembali
kepada sang pemimpin yang bertubuh gendut itu. Kini dia mencoba membalikkan
tubuh Rojak menggunakan kakinya. Setelah Rojak terbaring telentang, dia mulai
bersuara.
"Berani sekali kau sendirian menyerang kami. Siapa nama mu?" ucapnya bertanya.
Rojak taksanggup menjawab. Rasa senak di dadanya membuat dia tak sanggup untuk mengeluarkan suara.
Diguncang-guncangkan tubuh Rojak menggunakan kakinya.
"Oiii... kau dengar aku tanya, siapa namamu? Apakah kau hantu jadi-jadian yang menunggu hutan ini ya?" tanyanya lagi.
Rojak tetap diam.
"Ada kau lihat mayat pemuda berbaju putih dan tombak pendek di sekitar sini?" tanya si gemuk lagi.
Sekali lagi Rojak hanya diam tak mampu menjawab.
Tiba-tiba terdengar teriakan dari belakang...
"Kubai....!"
Semua tersentak, reflek melihat ke arah asal suara.
Di sana terlihat ada 5 orang yang berdiri siap siaga dengan nafas terengah-engah.
"Ooiii... Alif Ba Ta, masih hidup juga rupanya kau! Aku pikir sudah mati dimakan babi. Kenapa kau tak datang-datang ke kampung Selat Gantang? Sudah capek aku menunggu di sana. Terpaksa aku datang ke sini." ucap Kubai mencemeeh.
"Hehehe... Alhamdulillah, aku masih hidup karena ditolong oleh teman-teman yang baik ini. Kenapa kau mencariku, mau melamar?" jawab Alif membalas.
"Ya.. ya.. ya.. Aku lihat kau membawa banyak sekali kawan malam ini, makhluk jadi-jadian. Aku harap mereka tak ada yang ikut-ikutan membelamu." ucap Kubai sambil menatap teman-teman Alif.
"Oiii... hantu-hantu penunggu hutan. Begini saja, kami tak akan mengganggu kalian jika kalian bersedia menyerahkan pemuda jahanam dan perempuan itu." ucap Kubai tawar menawar dengan senyum mengejek.
Sang pemimpin sudah menggelegak hatinya sejak tadi melihat jahanam-jahanam yang tak tahu sopan-santun itu.
"Siapa orang-orang ini, Alif?" bisik sang pemimpin bertanya.
"Masih ingat luka robek di paha kiri saya saat malam pertama saya mampir ke hutan ini? Merekalah yang melakukannya. Nama kelompoknya Serak Jantan. Itu, yang bersuara serak itu pemimpinnya." jelas Alif.
Kinarmendengar dengan seksama semua penjelasan Alif. Darahnya mendidih saat mendengar Alif mengucapkan kelompok Serak Jantan. Orang inilah yang menjadi penyebab mengapa dia berada di dalam hutan ini sekarang. Ingin sekali dia merebut tombak di tangan Alif dan menancapkan tombak itu tepat di ubun--ubun makhluk jahanam itu.
Tapi, tentu saja itu akan menjadi tindakan yang sangat ceroboh. Bisa-bisa dialah yang akan dibantai. Lihat saja Rojak, yang punya ilmu beladiri sehebat itu saja sekarang terkulai tak berdaya di bawah kakinya.
"Oii manusia-manusia laknat. Kami tak punya masalah dengan kalian. Kalian yang datang ke sini mencari masalah. Tinggalkan hutan ini sekarang, atau kalau tidak, tinggalkan nyawa-nyawa kalian di sini." sang pemimpin tak bisa menahan gelegak marahnya lebih lama.
"Hehehe... si tua bangka ini mulai hilang akal. Baiklah pak tua, mundurlah sedikit biar aku bisa membuat perhitungan dengan pemuda jahanam ini." ucap Kubai. Lalu dia mengangkat kakinya dari dada Rojak, berjalan maju beberapa langkah.

0 Comments