Korak Jambul Penguasa Teraploban - 4


Hantu Jambul melihat ke paha itu sekedipan mata. Lalu marahnya kembali meledak, bahkan lebih beringas. Persis seperti orang yang sakit hati sedang menahan marah kepada musuh di depannya.

"Hrrrrrgghhhhh..." 

Lalu seketika dia menghantamkan godam yang diangkatnya itu ke pohon tempat pemuda itu bersandar, tepat sejengkal di atas kepalanya. 

Brrraaakkhhh...

Pohon sebesar sepemelukan orang dewasa itu berderak dan goyang. Tepat di atas kepala pemuda itu kini terdapat bekas lubang sedalam hampir setengah jengkal. 

"Kinaaarrgghh!!" Suara si jambul memanggil nama seseorang seolah membentak. 

Dia bergerak menjauh beberapa langkah dari pemuda itu. Padangannya tetap menatap ke arah si pemuda.

Dari balik pohon tembusu tempat kunang-kunang tadi berkumpul tiba-tiba keluar sesosok tubuh berbaju sutera hijau. Melangkah dengan tenang dan perlahan. Seketika itu juga tempat itu dipenuhi dengan aroma wangi lembut yang menenangkan dada. 

Tapi, jika dilihat lagi dengan seksama, kelihatannya sosok itu tidaklah berjalan dengan melangkah, karena kedua kakinya tidak bergerak sama sekali. Nampaknya dia mengambang sejengkal di atas tanah. 

Semakin dekat sosok itu semakin jelas terlihat wujudnya. 

Gadis cantik berbaju sutera hijau, berbulu mata lentik, dengan senyum yang sanggup memecahkan nadi, dan menebarkan wangi bunga yang lembut dari tubuhnya. 

Tentu saja pemandangan itu membuat jantung si pemuda makin berdegup kencang. Tapi bukan lagi karena takut, entah apa yang membuat jantungnya di dalam sana itu terus berdebar. 

"Alif, saya Kinar!" Sapa si gadis sambil memperkenalkan diri.

"Assalamualaikum, Kinar. Saya Alif!" Alif balas memperkenalkan diri sambil memberi salam.

Kinar hanya tersenyum. 

"Coba saya lihat lukanya."

Si pemuda lalu memperlihatkan luka robek di paha kirinya yang hampir sejengkal itu. Kedua matanya tak bisa lepas menatap wajah gadis yang telah menawan hatinya itu seketika. Padahal dia baru saja bertemu beberapa saat. Namun pesona si gadis tidak mungkin sanggup ditolak oleh siapapun yang melihatnya.

"Ckckckck... saya obatin ya!" kata si gadis sambil berdecak.

Alif tak menjawab apa-apa. Duh, suaranyapun terdengar lembut dan syahdu.

Kinar lalu bersimpuh dengan kedua lututnya menekan ke tanah sambil menarik secarik kain dari dalam bajunya. Kain yang berbentuk sapu tangan dengan ukuran sekitar sejengkal persegi itu dibentangkan di atas luka robek di atas paha si pemuda.

Ada hawa dingin yang terasa menjalar di paha kirinya, ikut bersama aliran darahnya menuju jantung. 

Si gadis membiarkan keadaan itu beberapa saat. 

Selanjutnya dia membungkukkan badan, mendekatkan mukanya ke sapu tangan yang menutupi luka robek itu. Sesaat kemudian dia meniup lembut ke permukaan sapu tangan dengan satu tiupan panjang. Huuuuuufft...

Inilah kemampuan pengobatan tingkat tinggi yang hanya dikuasai oleh beberapa orang saja di dunia ini, termasuk Kinar. Jurus pengobatan yang di sebut dengan membebat nadi menaut luka. Jurus ini bekerja dengan mempersempit aliran darah di sekitar luka sekaligus menautkan kembali robekan kulit. Hingga persis seperti keadaannya semula, tanpa bekas.






Post a Comment

0 Comments