Korak Jambul Penguasa Teraploban - 6

Pada sebuah momen si pemuda sangat terkejut ketika makhluk itu menendang ke arah kepalanya. Tendangan itu tidak hanya sangat keras tetapi juga kaki kanan makhluk itu mengeluarkan api berwarna biru. Inilah jurus maut yang disebut penghancur tengkorak badak. 

Tendangan itu tidak mengenai si pemuda, tapi menghantam pohon ketapang di belakangnya, tempat dia bersandar tadi. Seketika pohon itu bergoyang berderak seperti baru saja ditabrak oleh 5 ekor gajah secara bersamaan. bagian yang terkena tendangan kaki itu hangus terbakar mengeluarkan asap.

Tapi si pemuda bukanlah orang sembarangan yang mudah dikalahkan hanya dengan 4 atau 5 jurus. Meski sudah diserang berkali-kali dengan berbagai jurus, si pemuda tetap tak tersentuh seujung rambutpun. Ia terus saja mengelak tanpa melakukan serangan balasan. Dia ingin memperhatikan semua jurus maut yang dimiliki Korak Jambul sambil mencari titik lemahnya. 

Hutan bergolak, rumput-rumput dan jerami berserak beterbangan. Beberapa pohon sebesar paha telah tumbang akibat hantaman jurus maut Korak Jambul. Suara dengusannya menjadi-jadi karena kemarahan yang telah memuncak tapi serangannya tak satupun yang membuahkan hasil. 

"Hrrggghh... Hrrggghh... Hrrggghh..." 

Si pemuda tetap terus mengelak karena merasa tidak sopan jika balik menyerang. Bagaimanapun ini adalah tempat makhluk menyeramkan itu tinggal selama ini. Dia tidak ingin dimusuhi oleh makhluk yang baru saja dia temui. 

Namun, kata-kata terakhir Kinar, si gadis cantik yang telah mempesona hatinya tadi agak membuat hatinya terbagi-bagi. Dia bimbang.

Si pemuda terus saja mengelak dengan melakukan jungkir balik ke belakang, melompat ke dahan yang rendah, menahan dengan tombak kecilnya, atau menunduk sambil berlari ke belakang si makhluk seram. 

Lama kelamaan si pemuda terlihat seolah-olah seperti mempermainkan makhluk yang selama ini tak terkalahkan itu. Bahkan beberapa kali dia sempat mencubit paha dan perut Korak Jambul yang tak banyak dagingnya itu. Dia sempat tertawa cekikikan ketika mencubitnya. Karena jari-jarinya seperti menjepit tulang yang keras tanpa daging.

Karena frustasi semua serangannya tak kunjung mengenai si pemuda, sedangkan tenaganya sudah mulai habis, Korak Jambul langsung berteriak dengan sangat keras. "Gopaanggrrh...!"

Secepat kilat muncul 4 makhluk menyeraman dari 4 penjuru mata angin sambil melakukan jungkir balik di udara, dan masing-masing mendarat tepat 5 langkah dari si pemuda. Penampilan mereka sungguh-sungguh menyeramkan, tak kalah seram dari Korak Jambul. 

Makhluk pertama, di sebelah selatan, sosok makhluk yang pada kedua tangannya dipenuhi lebah, dari pangkal hingga ke ujung jari. Berdengung-dengung. Setiap tangan itu bergerak ribuan lebah beterbangan lalu hinggap kembali. Hidungnya terus mengendus dan mendengus-dengus. Rambut panjangnya yang gimbal tergerai hingga ke tengah dada. 

Di sebelah barat, sosok makhluk yang kedua, tangannya memegang pisau-pisau kecil, 4 di kiri dan 4 dikanan, terselip di atara jari-jarinya. Siap untuk dilemparkan dan menancap. Ujung-ujungnya yang runcing itu pastilah mampu menembus leher jika dilemparkan dengan kuat. 

Tak jauh berbeda dengan sosok makhluk kedua, makhluk ketiga yang di sebelah timur, memakai pakaian tebal dan lusuh, penuh robekan di sana-sini. Tak jelas lagi warnanya. Tangan kanannya memegang bambu pendek, mirip sumpit. Kedua matanya menatap lekat ke arah si pemuda.

Sedangkan makhluk terakhir, di sebelah utara, adalah makhluk yang penampilannya paling menyeramkan. Seluruh tubuhnya di penuhi dengan duri, mirip duri landak. Duri-duri itu terlihat sangat tajam dan keras. Bahkan muka dan lehernyapun penuh dengan duri. Siap untuk diluncurkan. 

Keadaan ini memaksa si pemuda tak bisa main-main lagi. Dia menatap keempat musuh beringas itu berkeliling, satu persatu. Diam-diam dia memusatkan seluruh tenaga dalamnya ke dada, bersiap-siap untuk mengeluarkan jurus Menolak Bala Rumpak. Sebuah jurus yang mengeluarkan aura tameng untuk menahan semua serangan fisik yang ditujukan ke tubuhnya. 

Ajian Menolak Bala Rumpak adalah salah satu aura tameng yang hampir mustahil untuk ditembus dengan semua serangan nyata. Di dunia ini hanya 3 orang saja yang menguasai kekuatan ini. Dikarenakan untuk mendapatkannya dibutuhkan ketekunan, kekuatan, dan tekad yang bukan alang kepalang. Hanya saja, kekuatan ini tidak bisa digunakan terlalu lama, karena akan mengisap seluruh tenaga penggunanya hingga pingsan dan bahkan sekarat beberapa hari. 

Kekuatan ini didapat si pemuda dari teman seniornya, Kakek Saleh Rumpak yang buta. Seorang kakek yang hidup sederhana dan penuh kasih. 

Sebenarnya sudah bertahun-tahun si kakek mencari dan menunggu seseorang yang memiliki hati baja dan pantang frustasi untuk dijadikan penerus dan pemegang ajian yang sangat dahsyat itu. Namun setelah puluhan tahun dan ratusan orang yang ditemuinya tak 1 pun yang memenuhi syarat untuk menerima kekuatan tersebut. Tak ada yang sanggup menjalani latihannya. Hingga si kakek bertemu dengan si pemuda yang sedang dikepung ini.

Untuk beberapa saat keempat makhluk seram yang di panggil Gopang oleh Korak Jambul itu tetap mematung tak melakukan serangan. Mereka hanya menatap tajam dan mendengus-dengus saja. Keadaan ini membuat si pemuda semakin tercekam. Seolah-olah keempatnya sedang menebarkan aura ketakukan kepada si pemuda. 

Si pemuda terus waspada, seluruh tenaga dalamnya sudah terkumpul di dada dan siap untuk mengeluarakan jurus menolak bala rumpak. Namun, dia tetap menunggu hingga serangan betu-betul segera dilakukan. 

(Bersambung)


Sebelumnya     Selanjutnya



Post a Comment

0 Comments