"Ahh... kau ini. Susah diajak berunding."
Lalu mereka diam sejenak. Keduanya lalu mengambil cawan kopi yang terhidang di atas meja. Keduanyapun langsung menyeruput kopinya yang masih hangat-hangat kuku.
"Memangnya kau berani meminta izin kepada Puan Putri?" tanya Julak, kembali ke percakapan awal.
"Nah, itu dia yang ingin aku diskusikan. Bagaimana kalau kau yang menyampaikannya kepada Puan Putri?" jawab Nobus sambil meminta persetujuan.
"Hmm... dah aku duga. Pasti ujung-ujungnya aku juga yang maju. Tak beranilah aku."
"Kalau tidak kau yang menyampaikan, siapa lagi? Kau yang paling dekat dengan Puan. Nanti kalau Puan izinkan kita balik ke istana aku akan paksa kawan-kawan untuk memberikanmu seekor kambing seorang. Termasuk aku juga akan memberikan kau seekor kambing."
"Tak beranilah aku. Jangankan kambing, sapipun pun seekor seorang aku tak sanggup. Kau carilah orang lain yang sanggup menyampaikannya kepada Puan."
"Ahh payah kau ini. Yang lain tak akan ada yang berani."
"Kalau gitu kau saja yang maju. Biar kami yang sediakan kambingnya untuk kau, seekor seorang."
"Sudah aku cakap, Puan Putri tu dah bengis melihat mukaku ini. Nanti, bukannya diizinkan malah liontinnya yang dihancurkan. Habislah kita semua."
"Pemimpin macam apa pula kau ini. Punya rencana, tapi orang lain pula yang harus mengerjakannya."
"Itulah sifat pemimpin sejati, Julak. Mengetahui kemampuan orang-orang hebat di sekelilingnya dan memberikan peluang kepada mereka untuk memaksimalkan kemampuan itu."
"Hahaha... hebat kalilah kau becakap. Sebut saja kau takut menghadap Puan. Banyak kali pun alasanmu."
Nobus tersenyum puas karena sudah mampu menjelaskan kepada temannya yang agak dungu itu tentang persepktif seorang pemimpin sejati. Sedangkan Julak tersenyum puas karena sudah mampu menelanjangi Nobus, si pemimpn pengecut.
Lalu mereka berduapun kembali menyeruput kopinya yang masih hangat itu sampai habis.
Sementara itu, Kakek Saleh mulai merasa penat kakinya berdiri di luar. Dia melangkah masuk ke dalam kedai dan duduk di sebuah meja yang paling dekat dengan pintu masuk.

0 Comments