Matahari sudah sangat jauh berada di barat. Mega-mega jingga satu-persatu sudah mulai muncul. Burung-burung pun sudah mulai pulang ke sarang. Cericit anak-anaknya yang gembira menyambut kedatangan induknya terdengar nyaring.
Angin sepoi-sepoi bertiup sangat lembut, menerpa daun-daun ilalang, membuat mereka seolah menari menyambut senja yang hampir turun.
Suasana seperti ini sebenarnya paling asik dinikmati di bangku bawah pohon di depan rumah Kinar, sambil minum kopi hambar dan makan buah tematu. Bercerita tentang apa yang ingin dilakukannya pada masa yang akan datang. Atau, meminta dia mengajarkan salah satu cara pengobatan yang paling gampang, tapi sangat bermanfaat.
Namun, sore ini semuanya berbeda bagi Alif. Sedikitpun dia tidak menikmati suasana sahdu yang disajikan alam di Teraploban itu. Pikirannya hanya fokus ingin segera sampai ke kampung utara, ke rumah Nobus dan teman-temannya, bertemu dengan Kakek Saleh yang telah dirindukannya.
Setelah mandi dan menunaikan fardhu Ashar mereka bertiga lalu bergegas ke kampung utara.
***
Sebenarnya rumah Nobus tidaklah berada di kampung utara. Lebih tepatnya rumah itu berada persis di perbatasan hutan Teraploban, menuju ke kampung utara. Jika malam datang merekalah yang berpatroli menjaga jalan masuk ke hutan disebelah utara. Namun, pada siang hari memang mereka lebih sering beraktivitas di kampung utara. Mereka hanya masuk ke kampung Teraploban jika ada keperluan dengan Puan Putri. Diantara semua penghuni Kampung Teraploban, kelihatannya cuma merekalah yang paling bebas keluar masuk hutan.
Tapi, hingga saat ini, belum ada seorangpun warga kampung utara yang tahu bahwa mereka sebenarnya adalah warga Kampung Teraploban, penjaga jalan masuk ke hutan yang sangat angker dan mengerikan. Legendanya di ceritakan turun temurun oleh warga kampung yang berada di sekitarnya.
Beberapa saat sebelum waktu maghrib tiba, Alif, Nobus, dan Julak, sampai di rumah yang dituju. Dari jauh sudah terlihat Kakek Saleh sedang duduk-duduk di bangku bawah pohon di depan rumah mereka, ditemani Gobi, Turam, Cipo, dan Laku.
Keempat anak buah Nobus itu nampaknya sedang fokus mendengarkan cerita dari Kakek Saleh. Mereka bahkan tidak sadar bahwa ada tamu yang datang.
Begitu memasuki pekarangan rumah Alif langsung berlari ke arah Kakek Saleh. Begitu sampai, dia langsung berjongkok dengan kedua lututnya bertumpu ke tanah. Dipeluknya lutut si kakek yang terjuntai di bawah bangku itu. "Assalamualaikum Kek..." ucapnya lirih, nyaris tak terdengar.
Keempat kawan Nobus yang sedang fokus mendengarkan cerita Kakek Saleh itu terkejut dengan kehadiran Alif yang tiba-tiba. Sontak mereka berempat berdiri dan memberi hormat.
"Hehehe... waalaikumsalam warrohmatullah." jawab Kakek Saleh sambil mengelus-elus rambut Alif. Dia langsung kenal pemilik suara itu.
"Ada apa kakek jauh-jauh sampai ke sini mencariku? Mengapa tidak mengirimkan utusan saja?" tanya Alif sambil memijat-pijat betis si kakek pelan-pelan.
"Tidak ada yang penting. Kakek hanya merasa kesepian sejak kamu pergi. Lagipula, sudah lama sekali kakek tidak jalan-jalan menjelajahi bumi Allah ini. Kakek berniat ingin bertemu dengan orang-orang baru sebanyak mungkin sebelum meninggal. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kakek dengan orang-orang baik ini yang membawa kakek ke sini." jelas kakek menerangkan maksud kedatangan.
"Mereka memang orang-orang baik Kek. Mereka teman-teman saya. Apa Kakek sudah kenal dengan nama-nama mereka?" tanya Alif.
"Tadi mereka semua sudah menyebutkan nama. Tapi Kakek sudah lupa lagi. Makanya dari tadi kakek cuma panggil cucu saja. Hehehe...."
Mereka semua saling berpandangan lalu ikut tertawa serempak, "Hehehe....".
Suasana ramah dan hangat larut bersama cerahnya senja yang mengantar waktu maghrib ke Kampung Teraploban, bagian utara. Mega-mega jingga mengiringi matahari tenggelam di sebelah barat. Derik jangkrik dan senandung tongeret pun mulai terdengar sahut menyahut.
Alif mohon izin kepada Nobus untuk melaksanakan salat maghrib bersama kakek berjamaah di dalam rumah. Nobus mengangguk mempersilakan.
Mereka semua lalu masuk ke rumah untuk melaksanakan kegiatan masing-masing.
***

0 Comments